'

PASAR SUBUH MINGGUAN: KEARIFAN LOKAL YANG TETAP HIDUP DI DESA LONG AMPUNG

1765419078080.jpeg

Di Desa Long Ampung, terdapat sebuah kebiasaan unik masyarakat  yang terus hidup hingga kini: pasar subuh yang hanya berlangsung setiap hari Minggu. Pasar ini bukan sekadar tempat jual beli, tetapi juga ruang pertemuan sosial dan budaya masyarakat Dayak yang tetap terjaga keasriannya, jauh dari hiruk-pikuk pasar modern.

Pasar subuh mingguan di Long Ampung dimulai bahkan sebelum matahari terbit, sekitar pukul 04.00 WITA, saat gelap masih menyelimuti desa, masyarakat datang dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor sambil membawa hasil bumi, makanan tradisional, hingga kerajinan tangan untuk dijual atau ditukar dengan kebutuhan lainnya.

Di pasar ini, pengunjung dapat menemukan aneka dagangan yang dijual oleh masyarakat, mulai dari hewan hasil buruan, sayur-sayuran liar yang dipetik dari hutan atau di kebun milik sendiri, ikan segar dari sungai sekitar, serta kue tradisional khas masyarakat setempat, yaitu kue apam burak

Keberadaan pasar subuh yang hanya diadakan pada hari Minggu memiliki alasan historis dan budaya. Dahulu, hari Minggu adalah waktu ketika masyarakat tidak turun ke ladang atau sawah, sehingga mereka bisa berkumpul di pasar dan bertemu sesama warga. Hingga kini, tradisi itu tetap dipertahankan. Usai berbelanja di pasar subuh, masyarakat biasanya segera pulang untuk bersiap mengikuti ibadah di gereja.

Tradisi pasar subuh ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai kearifan lokal masih melekat kuat dalam kehidupan masyarakat Long Ampung, sekaligus menjadi ruang yang mempererat hubungan sosial antarsesama warga.


berita ini ditulis oleh : Glory Koryanti

Bagikan post ini: