Tradisi Uman Undat, Wujud Syukur dan Kebersamaan Masyarakat Desa Long Ampung

1778900293477.jpeg

Ditulis Oleh Lusiana Ibau


Long Ampung, 24 April 2026.

Masyarakat Desa Long Ampung kembali melaksanakan tradisi adat Uman Undat sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen yang melimpah pada tahun ini. Kegiatan adat ini menjadi salah satu tradisi masyarakat Dayak Kenyah yang masih terus dijaga dan dilestarikan sampai sekarang.

Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh adat, Pemerintah Kecamatan Kayan Selatan, aparat Desa Long Ampung dan Desa Metulang, serta masyarakat dari berbagai kalangan. Warga terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara adat dengan suasana yang penuh kebersamaan dan kekeluargaan.

Uman Undat sendiri memiliki arti makan undat. Undat adalah beras yang ditumbuk menggunakan lesung tradisional, kemudian dimasukkan ke dalam bambu dan dibakar sampai matang sebelum dimakan bersama. Makanan tradisional ini menjadi bagian penting dalam acara adat Uman Undat.

Prosesi kegiatan dimulai dengan menumbuk beras oleh ibu-ibu menggunakan lesung tradisional khas Dayak Kenyah. Suara lesung yang saling bersahutan menambah suasana adat terasa semakin kuat dan meriah. Setelah itu acara dilanjutkan dengan penyampaian nasihat oleh para tokoh masyarakat kepada generasi muda agar tetap menjaga adat istiadat dan budaya leluhur.

Selain itu, kegiatan juga diisi dengan tarian tradisional dan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang baik di tahun ini. Warga kemudian melaksanakan makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan persaudaraan antar masyarakat.

Ketua Lembaga Adat Desa Long Ampung menyampaikan bahwa tradisi Uman Undat tidak hanya sekadar acara adat, tetapi juga menjadi cara masyarakat untuk menjaga persatuan dan menghormati warisan leluhur yang sudah diwariskan sejak dulu.

Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap generasi muda dapat terus mengenal, menjaga, dan melestarikan budaya adat Dayak Kenyah agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman.

Bagikan post ini: