Tradisi Uman Undat, Wujud Syukur dan Kebersamaan Masyarakat Desa Long Ampung
Ditulis Oleh Lusiana Ibau
Long Ampung, 24 April 2026.
Masyarakat Desa Long Ampung kembali melaksanakan tradisi adat Uman Undat
sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen yang melimpah pada tahun ini.
Kegiatan adat ini menjadi salah satu tradisi masyarakat Dayak Kenyah yang masih
terus dijaga dan dilestarikan sampai sekarang.
Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh adat, Pemerintah Kecamatan Kayan
Selatan, aparat Desa Long Ampung dan Desa Metulang, serta masyarakat dari
berbagai kalangan. Warga terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara
adat dengan suasana yang penuh kebersamaan dan kekeluargaan.
Uman Undat sendiri memiliki arti makan undat. Undat adalah beras yang
ditumbuk menggunakan lesung tradisional, kemudian dimasukkan ke dalam bambu dan
dibakar sampai matang sebelum dimakan bersama. Makanan tradisional ini menjadi
bagian penting dalam acara adat Uman Undat.
Prosesi kegiatan dimulai dengan menumbuk beras oleh ibu-ibu menggunakan
lesung tradisional khas Dayak Kenyah. Suara lesung yang saling bersahutan
menambah suasana adat terasa semakin kuat dan meriah. Setelah itu acara
dilanjutkan dengan penyampaian nasihat oleh para tokoh masyarakat kepada
generasi muda agar tetap menjaga adat istiadat dan budaya leluhur.
Selain itu, kegiatan juga diisi dengan tarian tradisional dan doa
bersama sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang baik di
tahun ini. Warga kemudian melaksanakan makan bersama sebagai simbol kebersamaan
dan persaudaraan antar masyarakat.
Ketua Lembaga Adat Desa Long Ampung menyampaikan bahwa tradisi Uman
Undat tidak hanya sekadar acara adat, tetapi juga menjadi cara masyarakat untuk
menjaga persatuan dan menghormati warisan leluhur yang sudah diwariskan sejak
dulu.
Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap generasi muda dapat terus
mengenal, menjaga, dan melestarikan budaya adat Dayak Kenyah agar tidak hilang
di tengah perkembangan zaman.