Majau di Desa Long Ampung
Ditulis oleh Lusiana Ibau
Di desa kami, masyarakat Dayak Kenyah masih
melakukan tradisi yang namanya Majau atau Majeu. Majau itu artinya panen padi.
Biasanya dilakukan kalau padi sudah kuning dan sudah waktunya dipotong. Tradisi
ini sudah ada dari dulu, dari zaman orang tua dan nenek moyang kami, dan sampai
sekarang masih terus dijaga.
Padi yang biasanya dipanen oleh masyarakat di
sini ada dua jenis, yaitu padi gunung dan padi sawah. Padi gunung ditanam di
ladang atau di tanah kering di perbukitan, sedangkan padi sawah ditanam di
lahan yang ada airnya. Kedua jenis padi ini sama-sama penting bagi masyarakat
karena menjadi makanan pokok sehari-hari.
Bagi masyarakat di Desa Long Ampung, Majau
bukan cuma kegiatan ambil padi di ladang atau sawah saja. Tapi juga sebagai
tanda terima kasih kepada Tuhan karena sudah kasih hasil panen yang baik. Kami
bekerja di ladang dan sawah cukup lama, dari menanam sampai menunggu padi
masak. Jadi waktu panen datang, semua merasa senang dan bersyukur.
Kalau musim Majau tiba, masyarakat biasanya
berkumpul bersama. Kadang ada doa bersama dan juga acara adat. Salah satu acara
yang sering disebut adalah Bangen Lepek Majau. Di acara itu ada tarian adat,
musik tradisional, dan semua warga bisa ikut merayakan. Anak-anak, orang muda,
sampai orang tua semua datang. Suasananya ramai dan penuh kebersamaan.
Dengan adanya tradisi Majau ini, masyarakat Desa Long Ampung tetap menjaga adat dan budaya Dayak Kenyah supaya tidak hilang. Selain itu, tradisi ini juga membuat masyarakat semakin kompak dan saling membantu satu sama lain