Uman Jenai 2026 Digelar di Desa Long Ampung

1771388527178.jpeg

Pesta budaya Uman Jenai kembali dilaksanakan oleh masyarakat Dayak Kenyah Lepo’ Jalan di Desa Long Ampung, Kecamatan Kayan Selatan, Kabupaten Malinau, pada Jumat, 6 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan tradisi tahunan sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil panen padi.

Uman Jenai berasal dari kata uman yang berarti makan dan jenai yang berarti beras ketan yang dimasak di dalam bambu. Tradisi ini dimaknai sebagai bentuk syukur bersama atas hasil panen yang sudah diterima warga.

Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di balai adat desa. Dalam acara ini, juga dilaksanakan secara gabungan Bersama desa Metulang serta Warga dari berbagai RT hadir untuk duduk bersama dan mengikuti rangkaian acara. Dalam kesempatan tersebut, para orang tua adat, kepala adat, dan pemerintah desa menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kebersamaan dan adat istiadat.

Acara dimulai dengan penampilan tarian tradisional seperti Datun Julut, Kendau, Lemalo, dan tari Hudoq. Tari Hudoq memiliki makna sebagai simbol penolak hama yang merusak tanaman. Para penari mengenakan pakaian adat berwarna-warni yang menjadi ciri khas budaya Kenyah.

Selain tarian, terdapat pula Tebengen Udip yang digantung di tengah balai adat. Hiasan ini dibuat oleh warga sebagai bagian dari perlengkapan adat dan simbol kebersamaan. Pada perayaan tahun ini, balai adat juga dihiasi dengan berbagai buah musiman yang bisa dinikmati bersama oleh masyarakat.

Kegiatan Uman Jenai berlangsung sederhana namun penuh kebersamaan. Melalui tradisi ini, masyarakat Desa Long Ampung terus menjaga budaya sekaligus mempererat hubungan antarwarga.


ditulis oleh : Lusiana Ibau

Bagikan post ini: